Sunday, May 31, 2015

Ando Lloyd - A.I. knows LOVE?: It's Weird but It's still Good



Title : Ando Lloyd - A.I. knows LOVE?
Genre: Sci-Fi, romance
Episodes: 10
Broadcast period: October - December 2013
Theme song: Your Eyes by Takeuchi Mariya

CAST 


Om Kimutaku meskipun sudah kepala 4 tapi masih bisa mempesonaku. Kali ini, si Om akan menjelma menjadi seorang profesor jenius yang kikuk dan juga menjadi robot android dari masa depan. Dengan kepiawaian aktingnya, dua karakter itu bisa sangat mudah dibedakan. Kesamaanya hanya satu, yaitu tampang si Om yang kakkoii. Bersama dengan , Kimura Takuya membuktikan bahwa, gelar raja dorama masih menjadi miliknya (Lebay! :) )


Sinopsis

Di tahun 2013, Matsushima Reiji, seorang profesor jenius fisika dari universitas terkemuka di Jepang melakukan riset tentang wormhole atau lubang cacing, yaitu jalan pintas untuk melintas waktu. Beberapa saat kemudian, muncul daftar ramalan kematian sejumlah ilmuwan  yang telah terbukti berturut-turut benar. Matsushima Reiji muncul dalam daftar itu, termasuk pula Ando Asahi, tunangannya yang diramalkan akan mati setelah kematiannya sendiri. Matsushima Reiji pun melakukan segala cara untuk melindungi tunangannya. Hingga suatu hari, dia ditembak oleh seorang misterius yang ternyata berasal dari masa depan, tahun 2113! Berita kematiannya pun akhirnya sampai di Ando Asahi, dan juga Matsuhima Nanase, adiknya yang juga peneliti fisika di universitas yang sama.

Mastushima Reiji dengan gaya khasnya untuk melindungi Ando Asahi. :)
(Img source: here)

Matsuhima Reiji dan Ando Asahi. (img source: here)

Di tengah kesedihan mendalamnya, Ando Asahi mendapati munculnya sosok misterius yang keluar dari komputer Reiji, sebuah android atau robot manusia dari masa depan. Sosok yang menyerupai manusia itu memiliki tampilan fisik dan suara serupa dengan Reiji. Android yang mirip Reiji itu memiliki misi tugas melindungi Ando Asahi dari kematian. Setelah kematian Reiji, sejumlah android dari masa depan mulai menyerang dan berusaha membunuh Ando Asahi. Berkat perlindungan dari Ando Lloyd - nama android yang mirip Reiji - , kematian Ando Asahi bisa dihindari. Sebuah android tidak memiliki perasaan, kecuali jika program emosi telah diinstalkan. Dengan program itu, android dapat merasakan emosi sama seperti halnya manusia.

Apakah Ando Lloyd bisa merasakan cinta juga? Apa yang kemudian terjadi dengan Ando Asahi? Bisakah android Ando Lloyd bisa melindungnya dari kematian? Dan bagaimana dengan Matsushima Reiji, apakah sebenarnya rencana yang telah dilakukannya untuk melindungi Ando Asahi? Bagaimana pula nasib bumi di tahun 2013 ketika banyak android dari masa depan yang muncul di tahun itu? Apakah yang akan terjadi di masa depan? Wow, banyak sekali pertanyaan yang muncul. Nonton sendiri ya untuk jawabannya.

Sedikit bocoran, dorama ini lumayan bagus kok dengan ending yang bagus juga. :)

Menguliti Dorama

Seperti yang aku sebut sebelumnya, bahwa Om Kimutaku tak pernah mengecewakan. Sejak jama Long Vacation , aku sudah suka sama om ganteng ini. Tak hanya aku pastinya, kamu para pecinta dorama pasti juga pernah paling tidak sekali sama om ini. Meskipun agak-agak aneh, tapi dorama Ando-Lloyd ini cukup layak ditonton. Kalau yang main di dorama ini bukan si om, aku bisa saja tak pernah menontonnya. Hehehe. Yuk seperti biasa, aku mau ngupas sedikit dorama ini.

Ide Cerita
Sumpah aneh! Aku tidak bilang ini jelek ataupun bagus. Ya itu, aneh. Kenapa aneh? Karena dorama sci-fi (science fiction aka fiksi ilmiah) seperti ini memang bersumber pada fantasi tingkat tinggi kreatornya. Aku tidak berharap bahwa aku harus mengerti dan mendapatkan logis cerita sepenuhnya. Dan Ando-Llyod adalah salah satu cerita yang tidak masuk akal dan aneh.

Robot android dari 2113 datang dan membunuh manusia demi menjaga rahasia masa depan karena ada seorang  profesor yang berhasil menemukan cara untuk membuat lorong waktu. Kemudian robot android yang memiliki perasaan. Duh, jadi ingat film-film dengan tema kecerdasan buatan  (artificial intelligence) yang sudah lumayan banyak juga, misalnya saja Chappie yang belum lama juga kutonton di bioskop. Halah, kok malah kemana-mana. Intinya sih, menurutku cerita ini aneh. Itu saja.


Alur dan Akhir

Alurnya dibuat maju mundur, dari tahun 2013 ke 2113. Agak sedikit membingungkan tapi bisa dimengerti. Di beberapa bagian, aku tidak mengerti beberapa alur ceritanya. Tapi, itu tidak menjadi masalah penting karena bagiku detil-detil ceritanya hanya pendukung dari cerita utama. Dan, kisah utamanya cukup berhasil disampaikan dengan baik.

Bagaimana dengan akhir cerita? Akhir yang bahagia! Masalah-masalah terselesaikan semua. Yang agak kurang enak menurutku adalah klimaksnya yang kurang dramatis. Berarti tidak klimaks dong? Hahaha.. Ya begitulah, kurang greget dan menggigit. (Aih, mau dong digigit si om ganteng. Hihihi...)

Foto Reiji dan Asahi, Tokyo Tower mini, dan kaca mata Reiji.
(img source: here)


Latar/ seting

Tidak ada masalah dengan latar masa kini di tahun 2013, tapi untuk beberapa bagian di masa depan yaitu tahun 2013 rasa-rasanya kurang nendang, kurang canggih nih. Aku membandingkannya dengan film-film sci-fi yang lain kok rasanya kurang gimana gitu ya. Kalau urusan canggih-canggih, aku selalu ingatnya sama Iron Man. Nah, bayanganku akan teknologi masa depan adalah yang mirip-mirip itu. Dan di Ando-Lloyd ini kurang seperti itu, jadi aku kurang terkesan. Animasi yang dibuat mungkin penyebabnya. Menurutku, animasi dan efek di dorama masih bisa lebih baik dari ini.

Aku paling suka dengan latar Tokyo Tower yang sering dimunculkan. Secara personal, Tokyo Tower adalah simbol Tokyo dan aku pernah ke sana. Jadi, setiap melihat menari ini, jadi langsung teringat 2 mingguku di Jepang yang sangat menyenangkan. :)

Tokoh dan Pemeran

Karakter Matsushima Reiji yang jenius tapi agak pemalu dan kikuk cukup menarik. Apalagi saat dia berpose untuk melindungi kekasihnya - Ando Asahi -, imut banget. Sedangkan karakter Ando-Lloyd yang tak beremosi juga menarik. Namanya juga robot. Dan si Om Ganteng, Kimura Takuya, sudah pasti berhasil memerankan keduanya. Aku dengan sangat mudah mencintai si profesor kikuk Matsushima Reiji dan juga android cool Ando-Lloyd. Gampang banget membedakan dua tokoh itu meskipun wajah dan suaranya sama persis! Hahaha.. Aku lagi doyan bercanda sepertinya. :P


Shibasaki Kou dan Kimura Takuya (img source: here)
Cool Ando Lloyd, cool Kimutaku.
(img source: here)

Ando Asahi adalah keras kepala, mandiri, namun ternyata memiliki kerapuhan di dalam dirinya. Meskipun terlihat tegar dan kuat, namun Ando Asahi sempat ingin bunuh diri karena tidak bisa menerima kematian Reiji. Ehm, bagaimana ya? Shibasaki Kou itu bagus. (Tapi, aku kok agak ragu ya menulisnya.) Tapi, kurang dapat mengesankanku. Shibasaki Kou tidak terlalu terlihat depresi saat kematian Reiji. Ekspresinya biasa saja. Masa iya sih, orang mau bunuh diri tidak depresi? ;P Lalu, aku kadang terganggu dengan sikap manja Ando Asahi-nya Shibasaki Kou. Kenapa ya? Aku merasa itu tidak imut. Aku merasa ini adalah imut yang dipaksakan. Hehehe. Mungkin, aku masih terbayang-bayang dia di Galileo kali ya.

Pemeran pendukung lain, misalnya Mitsushima Nanase yang memerankan Oshima Yuko malah bagus. Aku tidak menyangka tokoh ini ternyata adalah dalang utama semua kejadian di cerita ini. Tokoh ini banyak memiliki kejutan. Aku suka dia. Selain itu, Kiritani Kenta, Honda Tsubasa, Mirei Kiritani yang juga menjadi pemeran pendukung cerita, cukup baik dengan masing-masing karakter tokoh yang diperankannya. Agak lucu melihat Mirei Kiritani dan ekspresi bibir manyunnya yang terkenal itu. Memang begitu ya bibirnya? Hahaha...

Matsushima Nanase (Oshima Yuko) yang misterius.
(img source: here)


OST dan Lagu Tema

OST is so so, lumayan lah. Lagu temannya juga. Dua-duanya gak nempel di kepalaku.

Jadi, sekian yang bisa kutuliskan untuk Ando-Llyoid 'AI knows Love?'. Sebenarnya masih banyak yang bisa dibahas, tapi nanti kalau kepanjangan malah kemana-mana. Segini saja cukuplah. :D Nonton ya, dijamin tidak kecewa sama Kimura Takuya deh. Meskipun kurang masuk akal ceritanya. Hahaha...

7/10

Goodpart: Kimura Takuya's acting, Ando-Lloyd's cool expression, Matshima Reiji's action and shy face, every thing about Kimutaku is good!, Tokyo Tower.
Badpart: Sometimes plot is hard to follow, Shibasaki Kou's expression, unclimax ending, need better animation, where's future tech gone?  



Mikirin apa ya si profesor ganteng ini?
(img source: here)
-------------


Friday, May 15, 2015

[Dorama] Long Love Letter: Live for the Moment!


TitleLong Love Letter/ ãƒ­ãƒ³ã‚°・ラブレター
Genre: Science fiction, human, romance
Episode: 11
Broadcast period: Jan - March 2002
Theme song: Loveland Island by Yamashita Tatsuro

CAST
Tokiwa Takako as Misaki Yuka
Kubozuka Yosuke as Asami Akio
Yamada Takayuki as Takamatsu Sho
Yamashita Tomohisa as Ootomo Tadashi
Nakajima Hiromi as Sekiya Noriko
Tsumabuki Satoshi as Fujisawa Ryuta





Setelah melihat Kubozuka Yosuke di IGWP (Ikebukuro West Gate Park) , aku langsung jatuh hati. Long Love Letter adalah salah satu dorama yang kutonton karena dia, selain juga memang ada Yamapi (Yamashita Tomohisa) yang ikut meramaikannya. Dorama jadul tahun 2002 inipun akhirnya sudah selesai kutonton dan berikut ini adalah reviewnya. :)

Sinopsis


Asami Akio, seorang mahasiswa bertemu pertama kali dengan Misaki Yuka, seorang florist, di sebuah toko buku. Perkenalan pun berlanjut dan mereka berdua bertukar kontak. Karena suatu kejadian, Asami kehilangan ponselnya dan sekaligus kehilangan seluruh kontak di dalamnya. Selama setahun, Asami dan Misaki tidak pernah bertemu lagi hingga kemudian tanpa sengaja mereka berdua bertemu di sebuah SMA tempat Asami bekerja sebagai guru.

Setelah liburan tahun baru, SMA mengadakan kelas perbaikan untuk murid-murid yang bermasalah. Saat itu, tanggal 7 Januari 2002. Sejumlah murid dan guru berada di sekolah untuk menjalankan aktivitasnya masing-masing. Misaki datang ke sekolah ini meminta tagihan bunga dari seorang guru yang memesan bunga darinya. Tanpa sengaja, Misaki bertemu lagi dengan Asami. Saat mereka sedang berbicara di halaman, tiba-tiba gempa besar terjadi dan membawa satu sekolahan itu menghilang.

Sekolahan yang menghilang di tahun 2002. (img source: here)

Masa depan di tengah gurun tandus. (img source: here)

Tidak hanya Asami dan Misaki yang terbawa pergi tapi juga sejumlah murid - Tadashi Ootomo dan Takamatsu Sho, dll - serta guru lain Sekiya Noriko dan lainnya. Sebanyak 22 orang yang berada di sekolah menghilang dari Yokohama pada 7 Januari 2002. Gedung sekolah dan penghuninya pun tiba-tiba muncul lagi di tengah-tengah gurun pasir tandus yang tak dikenal yang ternyata adalah masa depan. Di tengah usaha bertahan hidup dan keinginan untuk kembali pulang, ke22 orang ini akan memperlihatkan bagaimana perjuangan dan juga harapan manusia itu akan selalu ada. Dan bahwa cinta serta perasaan yang kuat dapat melampaui batas ruang dan waktu.

Menguliti Dorama


Long Love Letter terinspirasi dari manga berjudul Hyouryuu Kyoushitsu atau The Drifting Classroom karya Umezu Kazuo.  Secara keseluruhan, aku lumayan suka dengan dorama ini. Ceritanya bagus dan para pemerannya juga lumayan. Jika ada sedikit ganjalan, ya paling karena tampilan dorama ini terkesan jadul. Ya memang jadul sih. Hehehe. Selain itu,  melihat sejumlah aktor/aktris pada jaman masih unyu-unyu, menjadi hiburan tersendiri. Baru sekali ini aku melihat Yamada Takayuki, Mizuhara Asami, Takei Emi, dll yang masih muda. Kalau Yamapi sih, dari bayi aku juga sudah pernah lihat. :P

Ide Cerita
Meski bersumber dari manga, dorama ini ceritanya sedikit berbeda. Tokoh Asami dan Misaki adalah tokoh yang tidak ada di manganya. Jika di manga cerita lebih mengarah ke suspense dan horor, di dorama ini lebih menekankan di drama dan romansa. Yang sama adalah, latar kejadiannya yaitu sekolah yang menghilang dan muncul di masa depan bersama sejumlah orang di dalamnya.
Sekelompok orang yang terdampar di masa depan ini harus berjuang melawan kerasnya hidup di bumi yang sudah rusak dan tercemar. Tidak hanya konflik di dalam diri sendiri dan di dalam kelompok, mereka juga harus berhadapan dengan manusia-manusia penghuni masa depan. Mereka merasakan kemarahan pada manusia di masa lalu yang telah merusak bumi sampai sedemikian rupa hingga berubah menjadi gurun tandus.

Yang menjadi sangat manis di dorama ini adalah penggunaan judul dan juga pesan yang ingin disampaikannya. Long love letter, surat cinta yang menempuh perjalanan panjang menembus batas ruang dan waktu, untuk menyampaikan pada diri kita sendiri dan pada manusia, bahwa kita harus hidup sepenuhnya, melakukan sesuatu tanpa ragu dan menjaga alam lingkungan. Seperti yang Asami katakan di pembuka episode 1, "Live for the moment". Hidup yang kita miliki adalah saat ini, maka kita melakukan sesuatu di waktu yang kita miliki. Manis!

Alur dan Akhir Cerita
Alur yang digunakan adalah alur maju yang cukup mudah diikuti. Perpindahan dari dunia masa depan dan masa sekarang, cukup rapih dibuatnya, sehingga tidak membingungkan. Satu yang perlu dicermati mungkin di episode terakhir. Orang-orang di masa depan mengirim surat untuk orang-orang di masa lalu . Nah, di sinilah titik yang paling penting dan nyambung dengan judul doramanya - Long Love Letter-. Akan ada sedikit bolak-balik antara masa lalu dan masa depan jadi sedikit membingungkan. Satu yang kurang greget adalah akhir cerita yang kurang lengkap. Sejumlah masalah tidak terselesaikan atau tidak diperlihatkan selesai sehingga membuatku penasaran. 

Satu hal lagi yang agak aneh adalah munculnya manusia mutan di masa depan. Sepertinya, peran mereka di dorama ini tidak penting banget. Mereka hanya muncul sebentar dan sama sekali tidak memberikan kesan yang mendalam.

Seting/ Latar
Bagus banget! Lokasi gurun di masa depan sumpah bagus banget. Terasa benar-benar seperti di gurun yang suram, tandus dan tanpa kehidupan. Di mana ya mereka ambil lokasinya? Meskipun ini dorama tahun 2002, tapi efek-efek yang diberikannya tidak terasa 'tua' dan jadul. Kalaupun ada yang jadul adalah gaya-gaya rambut para pemainnya. Sudah sejak kapan ya rambut Yamapi jadi seperti itu? Hahaha...

Tokoh dan Pemeran
Kubozuka Yosuke memang tidak salah deh dijadikan idola pada jaman itu. Selain ganteng, dia juga pandai berakting. Sebagai Asami, aku suka sosoknya sebagai guru SMA yang gaul. Kalau punya guru kayak dia sudah pasti aku akan rajin ke sekolah. Setiap adegan sedih pun, Kubozuka sangat menjiwainya. Yang paling hebat adalah akting kesakitan saat dia sekarat. OMG! Aku seperti bisa merasakan sakit yang dia rasakan. Good Job Kubozuka! Tokiwa Takako sebagai Misaki juga bagus. Aku suka ekspresi matanya yang seperti berbicara. Pokoknya dia bagus deh. (Saking bingungnya aku harus bilang apa). Ah, semoga Asami dan Misaki dapat berbahagia di dunianya sana (yang sudah nonton pasti ngerti. ;P).

Pak guru Asami yang keren. :) (img source: here)

Misaki Yuka (Img source: here)
Pemeran lain yang perlu dicermati adalah para bintang-bintang terkenal saat ini yang pada waktu itu masih muda belia, seperti: Yamashita Tomohisa, Yamada Takayuki, Fujisawa Ryuta, Mizukawa Asami, Ishihara Hayato, Takei Emi, dan Karina. mengenal mereka saat ini dan melihat mereka di tahun 2002 pasti jadi sedikit pangling. Yang paling membuat pangling adalah si Yamada Takayuki. Jika sekarang doi sangat maskulin, sangat laki, di dorama ini doi masih imut-imut. Aktingnya sejak dulu sudah bagus. Lain halnya dengan Yamashita Tomohis a aka Yamapi, meskipun aku fans beratnya, tapi jujur kukatakan kalau akting Yamapi masih kurang greget di sini. Tapi tetap saja sih, dia ganteng banget. Hehehe... Ishihara Hayato, ehm.. So so lah. Mizukawa Asami sangat mudah dikenali karena wajah dan suaranya sama persis. Dia awet muda banget. Takei Emi juga masih imut-imut. Secara keseluruhan, para artis muda ini lumayan baik terutama si Yamada.


Mereka di Long Love Letter dan sekarang 


OST dan Lagu Tema
OSTnya tidak terlalu kuat atau memang aku mungkin tidak terlalu memperhatikannya. Tidak banyak komentar untuk OSTnya. Nah, kalau lagu temanya yang berjudul 'Loveland Island' dinyanyikan oleh x, sangat easy listening. Nada dan melodinya mudah terngiang-ngiang di kepala. Meskipun bisa dibilang ceritanya suram, tapi lagu ini nadanya ceria. Agak tidak nyambung sedikit sih ya. Tapi, yang mengejutkan adalah OST dorama ini mendapatkan penghargaan lho, sebagai musik terbaik di ajang  32nd Television Drama Academy Awards  tahun 2002. 


----
Sekian dulu ya untuk Long Love Letter. Tidak menyesal aku mengutak-atik internet untuk mencoba menonton dorama jadul ini. Kubozuka Yosuke harus ditelusuri lebih lanjut nih sepertinya. Hehehehe..

Jya...

Goodpart: Kubozuka Yosuke, Nice story, Lots of young actors, realistic future desert
Badpart: human mutants, unfinished ending

7.75/10

Selebihnya tentang dorama ini di: d-addictsasianwiki, jdorama.com
Yang mau download bisa di: doramax264,
Yang mau streaming nonton online bisa di: dramacool 



"Live for the moment" , Asami Akio

[Dorama] BORDER: Between Life-Death and Justice-Evil


Title: BORDER/ ãƒœãƒ¼ãƒ€
Genre: Mysteri, Suspense
Episode: 9
Broadcast time: April - June 2014
Theme song: Evil Fall by Man With A Mission
CAST
Oguri Shun as Ishikawa Ango
Aoki Munetaka as Tachibana Yuma
Haru as Higa Mika
Endo Kenichi as Ichikura Takuji
Arata Furuta as Akai

Shun Oguri di dorama ini menjelma menjadi seorang detektif polisi yang bisa melihat orang mati. Awalnya, aku tidak banyak berekspektasi tinggi terhadap drama-drama genre ini, tapi Border membawa pesan lebih yang cukup mengena di pikiranku, membuatku sedikit berdiskusi dengan diriku sendiri bahwa batas antara hitam dan putih itu hampir tak nampak. Yup! Sesuai dengan judulnya, Border- Batas, akan membawamu ke dalam batas, antara hidup-mati, keadilan-kejahatan.

Sinopsis

Ishikawa Ango adalah seorang detektif polisi divisi kejahatan pembunuhan, yang brilian dan cerdas. Pada suatu hari, Ishikawa tertembak di bagian kepalanya, saat menjalankan tugas di lapangan. Sungguh keajaiban, bahwa Ishikawa berhasil selamat dari insiden itu. Peluru yang ditembakkan, masih terselip di kepala Ishikawa dan perlu operasi yang beresiko tinggi untuk mengeluarkannya. Tidak ingin mengalami kematian untuk kedua-kalinya, Ishikawa lebih memilih untuk terus hidup dengan peluru bersarang di kepalanya. Setelah kejadian itu, Ishikawa memiliki kemampuan khusus yaitu melihat dan berkomunikasi dengan orang mati.

Kasus pertama yang dihadapi Ishikawa setelah tertembak adalah pembunuhan brutal satu keluarga. Kemampuan Ishikawa memungkinkannya berkomunikasi dengan korban. Bersama dengan atasannya Takuji Ichikura, rekan detektif Tachibana Yuma dan seorang koroner muda yang cantik Higa Mika, Ishikawa membongkar satu per satu kasus pembunuhan yang terjadi. Hampir semua berjalan dengan lancar hingga kemudian muncul penjahat jenius yang bisa melakukan sebuah kejahatan sempurna, kejahatan tanpa jejak. Apa yang akan terjadi kemudian? Di antara batas hidup dan mati, Ishikawa juga akan mengajak kamu untuk melihat batas antara kejahatan dan kekejian yang sangat tipis. Makanya, nonton ya!

Spoiler Alert! Yang tidak ingin dapat spoiler , stop di sini!

Ishikawa tertembak di kepalanya (img source: here)


Menguliti Dorama


Satu kata untuk Border: Epic!

Pertama kali memutuskan untuk menonton dorama ini, aku terbujuk oleh sebuah review yang mengatakan bahwa dorama ini adalah satu dari dorama terbaik 2014 dengan akhir cerita yang mencengangkan. Ah, masa iya sih?!  Akhirnya kucoba menonton aksi Oguri Shun di sini dan di akhir episode, aku sudah siap menanti kejutan apa yang akan kudapati.

Ide Cerita
Awalnya kupikir ini adalah cerita dari manga/komik, tapi setelah kucari-cari informasi dan juga sudah kutanya sejumlah 'ahli dorama', ternyata cerita dorama ini bukan berasal dari manga. Cerita seorang yang hidup dengan peluru di kepalanya dan bisa melihat orang mati rasanya sih tidak terlalu asing meskipun aku tidak bisa memberikan contoh cerita-cerita lain sejenisnya. Hehehe. Tapi, dalam dorama ini, hal ini menjadi menarik. Kenapa? Salah satunya karena kemampuan itu membawa ke inti cerita utama yang juga menjadi klimaksnya yaitu penegasan bahwa sesungguhnya batas antara keadilan dan kejahatan itu sangat tipis, dan bahwa manusia dapat dengan sangat mudah pindah dari sisi ke sisi yang lain. Sehingga, judul border yang awalnya kupikir hanya berdasarkan kondisi Ishikawa yang berada antara hidup dan mati, tapi ternyata jauh lebih dalam adalah konflik dalam dirinya dalam membedakan antara keadilan dan kejahatan. Keren kan!

Desain untuk manga? tidak tahu juga (Img source: here)

Alur
Bagaimana ya kubilang? Di beberapa episode awal, aku menikmati menonton jalan cerita di setiap kasus demi kasus yang dihadapi Ishikawa dan teman-temannya.Tapi kemudian di tengah-tengah, aku sedikit merasa bosan dengan alur cerita yang lambat dan kasus yang kurang menarik. Hingga kemudian menuju episode terakhir, cerita mulai menarik lagi dan berakhir dengan epic di akhir cerita.

Kasus pembunuhan satu keluarga di episode pertama cukup berhasil memberikanku perasaan goosebumps-merinding. Kemunculan orang-orang mati dan juga penampakan lokasi pembunuhan yang berdarah-darah cukup  ngeri kurasa. Untungnya, 'hantu' anak kecil yang menjadi korban sangat imut dan lucu. Aku jadi sedikit terhibur. Di episode 2, ada kasus hantu narsis  yang menantang Ishikawa untuk menemukan korbannya, kurasa  juga menarik. Tapi secara keseluruhan, episode favoritku adalah episode 7 dan tentunya episode terakhir. Di episode 7, Ishikawa harus menghadapi kekalahannya melawan kejahatan yang dilakukan oleh anak seorang pejabat. Sedang di episode 8, Ishikawa juga harus kalah lagi melawan dirinya sendiri yang tidak bisa mencegahnya melewati batas antara keadilan dan kejahatan. Ah, kok aku suka ya ketika Ishikawa kalah? Hehehe.. Ya, kurasa itu lebih manusiawi dan lebih nyata. :P

'Orang mati' di epi 01 yang jadi korban pembunuhan. (img source: here)

Akhir yang epic! Ishikawa di batas dua sisi yang berbeda.
img sourcer: here

Setting/ Latar
Menurutku, latar yang dipakai untuk sejumlah adegan di dorama ini cukup bagus terutama untuk lokasi-lokasi kejadian kasus pembunuhan. Seperti terlihat nyata. Yah, meskipun genre-genre berdarah bukan hobiku, jadi yang di dorama ini saja bagiku sudah cukup serem. Yang menarik perhatianku adalah justru di ruang jenazah di kepolisian. Mayat-mayat korban yang selesai di autopsi diletakkan dalam ruangan kosong. Ada dua buah vas bunga yang memberikan kesan penghargaan dan juga duka cita. Nah, bunga itu yang menarik. Kesan suram seakan jadi berkurang.

Tokoh dan Pemeran
Oguri Shun harus kuacungi jempol lagi untuk kesekian-kalinya! Sebagai Ishikawa Ango, Oguri Shun sangat menjiwai perannya. Kenaifan Ishikawa sebagai polisi yang ingin membela kebenaran, kebingungannya terhadap kenyataan, dan kecermelangannya dalam menyelesaikan setiap kasus, sangat baik diperankan oleh Oguri-san. Klimaksnya adalah di kasus terakhir, yaitu saat Ishikawa yang kebingungan menghadapi kejahatan sempurna yang dilakukan oleh seseorang dan keputus-asaan yang dihadapinya saat mengetahui kebenaran tapi tak bisa membuktikannya.

Tokoh pembantu utama yaitu Ichikura Takuji sebagai atasan yang diperankan oleh Endo Kenichi odan juga Aoki Munetaka sebagai rekan detektif Tachibana Yuma, juga cukup bagus. Om Endo Kenichi sepertinya sering sekali ya berperan sebagai polisi (misalnya di Monster 2012 dan AndoLoyd 2013. Betewe si Om juga main lho di The Raid 2: Berandal!). Tachibana juga keren. Senang sekali saat mereka bertiga, polisi-polisi yang gagah berjalan bersama. Kakkoii!

Tachibana Yuma, Ichikura Takuji, dan Ishikawa Ango sedang beraksi di TKP. Keren kan! :)
img source: here

Satu lagi pemeran pembantu adalah Haru sebagai HIga Mika sang koroner muda. Dia cantik dan cool sih, tapi entah kenapa ada yang kurang istimewa dari dia. Ini pendapatku saja sih, dia gak buruk cuman kurang greget saja dibanding pemeran lain. Padahal, peran dia cukup penting juga di sini. 

Yang lucu menurutku malah figuran 2 orang hacker yang lucu, konyol namun cerdas. Ishikawa sering meminta bantuan 2 hacker ini dan setiap mereka muncul, suasana menjadi lebih ringan dan segar. Oiya, satu lagi! Adek kecil yang di episode 1 juga lucu dan sangat imut.

Higa Mika (Haru) dalam kostum saat beraksi sebagai Koroner
(img source: here)


OST dan Lagu Tema
Untuk OST, aku rasa masih sangat terlalu sepi. Saking sepinya, kadang seperti kuburan. Hahaha.. Ya, kurasa perlu ditambah seharusnya ost di dorama ini. Ost yang baik pasti akan menjadikan dorama ini lebih dramatis kan. Lalu untuk lagu tema, Evil Fall oleh Man With A Mission, keren! Aku suka musik kenceng dan keras, jadi Evil Fall menjadi satu poin plus di sini. Coba cek lagunya di bawah! Mari bergoyang.


Man With A Mission - Evil Fall
----

Yup! Kurasa itu saja yang ingin aku tuliskan mengenai Border. Aku menikmati menonton dorama ini. Sedikit bikin pusing di akhir episode tapi cukup memuaskan juga. Nice ending!

Goodpart: Oguri Shun, nice story, Epic ending
Badpart: minim ost, some boring episodes

8/10

Informasi lebih lanjut di:  d-addictsasianwiki
Untuk nonton online bisa di: dramacool, gooddrama
Untuk download bisa di: doramax264idws

Main Cast of Border (Img source: here)

Img source: here

img source: here

[Dorama] Hotaru no Hikaru Season 1: A Story of Dried-fish Woman



Title : ãƒ›ã‚¿ãƒ«ãƒŽãƒ’ã‚«/ Hotaru No Hikari (Glows of Firefly)
Genre : Romance, comedy
Episode: 10
Broadcast time: July - Sept 2007
Theme song : Yokogao by aiko

CAST:

Pernah dengar tentang Himono Onna/ Dried-fish woman/ wanita ikan kering? Hotaru no Hikari akan memberi-tahu kamu tentang fenomena urban Himono Onna di Jepang sana. Penuh dengan komedi dan cerita romantis, dorama ini mampu membuatku tertawa geli sendiri sembari berguman, "Jangan-jangan, aku juga termasuk kategori wanita ikan kering ini?".

Sinopsis


Himona Onna berarti wanita ikan kering, yaitu wanita karir di akhir umur 20an atau lebih yang nampaknya biasa-biasa saja, selalu rapi dan ceria, namun ternyata mereka sangat berantakan di rumah. Di umurnya yang relatif masih muda, seorang Himono Onna telah menyerah pada urusan hubungan antar manusia, cinta, bahkan sex.  Mereka lebih memilih bermalas-malasan di rumah dibanding hang-out dengan teman-temannya, lebih memilih tidur daripada berkencan. Dan Amemiya Hotaru adalah seorang Himono Onna.


Amemiya Hotaru di kantor, tak ada yang tahu dia adalah Himono Onna
Img source: here

Amemiya Hotaru adalah seorang wanita karir berumur 27 tahun di perusahaan desain interior terkemuka, SW Build Co. Ltd. Tidak ada yang tahu bahwa Amemiya adalah seorang Himono Onna hingga kemudian managernya - Takano Seiichi mendatangi rumahnya secara tiba-tiba dan menemukannya sedang bersantai ria dengan baju jersey belel dan rambut berjambul di rumahnya yang berantakan. Amemiya tinggal sendirian di sebuah rumah yang dipinjamnya dari Bontaro-san. Buchou (manager) Takano ternyata adalah anak dari Bontaro-san. Setelah berpisah dari istrinya, Takano pindah ke rumah orang tuanya yang sudah dihuni oleh Amemiya. Amemiya dan Takano akhirnya memutuskan tinggal bersama.

Teshima Makoto, Seorang pegawai muda baru saja datang dari luar negeri dan bekerja di kantor yang sama dengan Amemiya. Ketampanannya menjadikannya idola para pegawai perempuan di kantornya. Semua pegawai wanita berlomba mencari perhatian Teshima tapi tidak untuk Amemiya. Dia lebih memilih bermalasan di teras rumah sambil minum beer kesukaanya. Namun lucunya, Teshima ternyata menyukai Amemiya, seorang Himono Onna.


Teshima mencium Amemiya yang tertidur :)

Amemiya yang telah lama absen dalam dunia percintaan tiba-tiba menjadi bingung dengan apa yang dia rasakan. Teshima menciumnya saat dia tertidur di tengah kerja. Setelah itu, Amemiya selalu terpikir tentang Teshima. Mungkinkah ini cinta? Beruntung Amemiya tinggal bersama dengan Buchou Takano yang lebih berpengalaman dalam urusan cinta. Buchou memberikan nasehat dan menyemangati cinta Amemiya. Amemiya pun belajar lagi untuk jatuh cinta, satu langkah untuk lulus dari statusnya sebagai Himono Onna.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Amemiya? Apakah Teshima akan mengetahui kehidupan Amemiya dan tetap menyukainya sebagai Himono Onna? Bagaimana dengan hubungan Amemiya dan Buchou Takano? Bersama Hotaru no Hikari, kamu akan diajak menyelami liku-liku kehidupan Amemiya Hotaru, seorang wanita ikan kering yang lucu namun romantis.

Nonton ya!

Menguliti Dorama


Spoiler Alert!

Sebenarnya sudah lama aku menonton dorama ini, sekitar 4-5 tahun lalu. Berkat seorang kawan yang baru-baru saja nonton dan dengan semangatnya menceritakan kelucuan dorama ini, aku jadi tertarik untuk sedikit melihat kembali. Kemudian, aku merasa aku perlu untuk menuliskan di dorama-review blogku. (cc: Dewi Kuraesin)

Lucu, manis dan menggelitik!

Itulah kesan utamaku tentang Hotaru no Hikari, dorama adaptasi manga dengan judul yang sama karya Satoru Hiura. Aku terlebih dahulu membaca manga dibanding nonton versi live-actionnya. Jika dibandingkan sih, menurutku memang beda. Namun, aku rasa dua-duanya punya kelebihan masing-masing dan aku tidak merasa kecewa. Lain halnya seperti dorama adaptasi lainnya yang mengecewakan, misalnya dorama Yamato Nadeshiko Shichi Henge yang pernah juga ku-kulitin. Cek juga ya di reviewnya di sini. Salah satu poin pentingnya adalah si pemeran utama tidak kehilangan karakter aslinya. Hotaru Amemiya kurasa diperankan sangat baik oleh Ayase Haruka.

Ide cerita dan alur
Mengangkat fenomena Himono Onna menjadi sebuah cerita drama romance adalah brillian. Saat pertama kali aku membaca kisah Amemiya Hotaru dalam manga, aku merasa dekat sekali dengannya. Alur drama dibuat nyaman diikuti. Dorama ini tidak terlalu berat menyisakan tanda tanya di tiap akhir episodenya. Dorama ini juga tidak memburu orang untuk segera menyelesaikannya. Semuanya santai, ringan dan lucu. Aku menikmati sekali perjalanan cinta seorang Himono Onna di dorama ini.

Aku suka kartun pembuka di tiap episode. Gambarnya bagus dan kata-katanya juga mengena. Hotaru yang berarti kunang-kunang dan kisah masa kecilnya di rumah neneknya yang dipenuhi kunang-kunang. Bahwa kunang-kunang memiliki cahaya kecil yang indah meskipun sesaat. Hotaru no Hikari pun berarti cahaya kunang-kunang, cahaya kecil yang rentan namun indah.

Kisah cinta Amemiya - Teshima sangat menarik disimak. Amemiya merasakan kebingungan tentang perasaan yang dipunyainya. Amemiya yang telah lama absen dari dunia percintaan tiba-tiba merasakan jatuh cinta. Perjuangannya untuk memahami cinta yang membingungkan dan juga penemuannya akan makna cinta yang sesungguhnya, membuat cerita ini semakin menarik. Hingga muncul kata-kata bahwa sesungguhnya "Dia sedang jatuh cinta terhadap cinta itu sendiri." Seseorang mencintai perasaan berdebar-debar karena cinta, bukan karena orang itu sendiri. Haduh, sepertinya agak susah ya dituliskan. Tapi kurasa, kamu pasti paham yang dimaksud. :)

Amemiya dan Buchou Takano di teras rumah favorit mereka. (img source: here)

Tokoh dan pemeran
Ayase Haruka lucu sekali memerankan Amemiya Hotaru. Lucu sekali melihatnya dalam baju jersey dengan rambut dikuncir tinggi. Amemiya yang lugu, pemalas, namun tulus sangat baik diperankan olehnya. Apalagi ketika Amemiya memainkan "Looch dance", kocak banget. Fujiki Naohito juga apik sebagai Buchou Takano. Satu hal yang kurasa berbeda dari Buchou Takano di manga adalah karakter Buchou di versi drama lebih imut dan lebih ceria. Singatku, karakter Buchou di manga lebih kebapakan dan lebih cool. Namun demikian, aku tetap suka juga Buchou-nya Fujiki Naohito. Pasangan Amemiya-Takano pun menjadi sangat serasi.


Fujiki Naohito (Seichii Takano)
Img source: here
Bagaimana dengan Kato sebagai Teshima Makoto? Lumayan. Secara fisik, doi juga cukup oke meski kurang dazzling, kurang berkilau. Dalam bayanganku, sosok ini lebih cantik dan imut. Tapi lagi-lagi, perbedaan ini tidak menjadi masalah. Energi positif Ayase Haruka sepertinya menular kemana-mana. :)

Tokoh pendukung lain yang juga penting adalah Yamada Sachiko (Itaka Yuka) dan Futatsugi Shouji (Yasuda Ken). Mereka berdua berperan sebagai teman kerja sekaligus teman curhat Takano dan Amemiya sangat mendukung jalan cerita ini. 

Kazuki Kato (Teshima Makoto) - Img source: here

Setting
Ya ampun! Rumah yang ditinggali Amemiya bagus banget. Aku seakan paham bagaimana kenyamanan rumah itu. Teras tempat favorit Amemiya pun terlihat sangat klasik. Pasti senang banget ya bisa punya rumah seperti itu. Apalagi dapat tinggal bersama seseorang yang baik seperti Buchou Takano. Hahaha.. Ngelantur kan! Selain rumah, tempat kerja di SW Build juga keren! Terlihat seperti benar-benar tempat kerja profesional yang elit.

Kostum
Aku suka baju-baju yang dipakai para pemerannya, terutama baju Amemiya dan Yamada. Pakaian kerja yang mereka gunakan terlihat sangat dewasa, modis dan cantik. Beda dengan para pekerja laki-laki yang umumnya hanya berpakaian jas formal berwarna hitam. Memang sih ya, hampir semua salariman di Tokyo sana semuanya berpakaian 'seragam'. Itu pun juga kulihat langsung ketika aku ke Tokyo kemarin. Setiap jam sibuk, jalan-jalan kota dan stasiun dipenuhi para pria berbaju jas hitam.

OST dan Lagu Tema
Untuk OST, aku suka tapi untuk lagu tema aku tidak terlalu ngeh. Lagu berjudul Yokogao sama sekali tidak masuk ke memoriku. Kesannya sih biasa saja. Hehehe..

Sudah cukup sekian untuk review Hotaru no Hikari season I. Untuk season selanjutnya, aku juga akan menulis reviewnya.




Goodpart: Good story, Ayase Haruka, Looch dance, pretty costumes
Badpart: theme song, lack dazzle of Teshima Makoto


8/10


Amemiya dan Buchou minum beer bersama di rumahnya yang nyaman
img source: here