Friday, May 15, 2015

[Dorama] Tokyo Bandwagon, Rabu da ne!




Title: Tokyo Bandwagon - Shitamachi Daikazoku Monogatari
Genre: Family, mystery, romance
Episodes: 10
Broadcast time: October - December 2013
Theme song: SayonaraSArigato by Hottake BAND
  Searchlight by SALTMODERATE

Cast
Kamenashi Kazuya as Hotta Ao
Tabe Mikako as Makino Suzumi
Mimura as Hotta Aiko
Kaneko Nobuaki as Hotta Kon
Taira Airi as Hotta Ami
Ozawa Runa as Hotta Kayo
Kimino Yuma as Hotta Kento
Jonathan Sherr as Maddock
Inohara Yoshihiko as Fujishima Naoya
Hiraizumi Sei as Hotta Kanichi
Tamaki Koji as Hotta Ganato


Tokyo Bandwagon adalah dorama yang penuh dengan cinta dan menghangatkan jiwa. Dorama yang diangkat dari novel karya Shoji Yukiya ini mampu membuatku menangis terharu dengan kisahnya yang sederhana namun penuh makna.

Sinopsis


Tokyo Bandwagon adalah rumah sekaligus toko buku antik di Shitamachi  Tokyo yang dikelola oleh keluarga Hotta selama 4 generasi. Sang kakek, Hotta Kanichi adalah pengelola Tokyo Bandwagon sekaligus pemimpin keluarga. Anak satu-satunya, Hotta Ganato adalah musisi rock kawakan yang memiliki 3 orang anak, yaitu: Aiko sang pelukis yang juga seorang single mother, Kon sang penulis, dan Ao anak termuda yang digadang sebagai pewaris Tokyo Bandwagon. Tinggal juga Hotta Ami - istri Kon dan  2 orang cicit Kanichi yaitu Kayo (anak Aiko) dan Kento (anak Kon - Ami). Bersama pula sang nenek, Hotta Sachi yang meskipun sudah meninggal tapi masih bersama keluarga besar ini.

Banyak hal unik dan menarik yang terjadi di keluarga besar ini, misalnya saja tiba-tiba muncul dan hilangnya buku di sana, kemunculan Misuzu Suzumi  yang menyimpan banyak misteri, dan masih banyak lagi.  Apapun masalahnya pasti bisa diselesaikan dengan cinta. Sang musisi rocker , Ganato selalu mengatakan, "Rabu da ne." - inilah cinta.

Bagaimana keluarga besar ini menjalani kehidupan sehari-harinya? Bersama mendiang sang nenek Hotta Sachi, kamu akan diajak menyelami lebih jauh keluarga Hotta.  Silakan nonton sendiri ya dan aku jamin kamu bakal terharu melihat betapa indahnya cinta di Tokyo Bandwagon.

Tokyo Bandwagon

Menguliti Dorama


Bagaimana ya memulainya? Ehm, yang jelas aku suka dorama ini.

Meski dengan alur yang lambat dan datar di awal-awal, tapi dorama ini menceritakan kisah yang sungguh menarik. Jadi, saranku adalah nonton Tokyo Bandwagon jangan di-marathon tapi satu per satu saja. Nonton per episode akan lebih membuat kamu meresapi kisah yang dalam dan  lebih terhanyut di dalamnya. Itu juga yang aku lakukan.

Mari kita kupas dorama ini.

Ide cerita
Bagus banget! Shoji Yukiya patut diacungi jempol. Kisah ini memadukan antara cerita misteri, romansa, famili, dan drama secara apik dan halus. Perpaduan antara rumah kuno, toko buku antik, cafe dan keluarga besar lintas generasi yang tinggal bersama menurutku sangat indah. Pada awalnya, keluarga Hotta terlihat seperti keluarga besar yang biasa saja tapi kemudian muncul satu persatu kisah-kisah menarik dari masing-masing anggota keluarga Hotta. Pemilihan tokoh nenek  yang sudah meninggal sebagai narator cerita sekaligus menambah kesan kuatnya ikatan keluarga ini.

Alur
Lambat sekali. Biasanya aku kurang suka cerita drama yang beralur lambat tapi tidak untuk Tokyo Bandwagon. Memang pada awalnya aku sempat bosan di episode awal saking lambatnya.  Dengan sabar aku mengikuti cerita keluarga Hotta yang ternyata semakin penuh dengan kejutan. Lambatnya alur malah membuat setiap kejadian di dorama ini semakin terasa alami. Jadi kalau mau nonton dorama ini harus sabar ya. :)

Tokoh dan pemeran
Semua karakter di keluarga Hotta tergambar dengan apik oleh para pemerannya. Tokoh paling penting menurutku adalah Hotta Ganato yang diperankan oleh Tamaki Koji. Sebagai roker kawakan, Ganato selalu membawa keceriaan pada semua orang. Meski cenderung bersifat 'seenaknya', Ganato selalu ingin menyebarkan cinta dan kebahagiaan. Salah satu ucapan yang menjadi ciri khasnya adalah "Rabu da ne." yang juga menjadi semacam jargon di Tokyo Bandwagon.


Tamaki Koji as Hotta Ganato
(img source: here)


Kamenashi Kazuya as Hotta Ao
(img source: here)


Hotta Ao yang diperankan Kamenashi Kazuya adalah karakter penting juga. Meskipun Ao sering bertengkar dengan Ganato tapi sesungguhnya sifat keduanya sangat mirip dan mereka juga saling mencintai satu sama lain. Begitu juga dengan saudara-saudara Ao yaitu Aiko (Mimura) dan Kon (Kaneko Nobuaki). Seluruh anggota keluarga Hotta adalah karakter yang menarik. Tokoh pendukung cerita misalnya Maddock dan Fujishima, pelanggan sekaligus penggemar Aiko juga sangat memeriahkan suasana di Tokyo Bandwagon. 

Kredit lebih kuberikan untuk sang nenek Hotta Sachi yang meskipun muncul hanya lewat suara tapi rasanya 'dapet' banget. Suara nenek Sachi sangat pas untuk mengantarkan penonton menikmati kisah di Tokyo Bandwagon.

Setting/Latar
Tokyo Bandwagon membawaku berkeliling di sekitar Shitamachi sekaligus membuatku rindu untuk mengunjungi kembali Tokyo. (Ah, kapan lagi ya bisa ke sana?...hehehehe)  Gang-gang perumahan, taman-taman kota, dan juga tempat perbelanjaan di Shitamachi benar-benar terasa sangat 'Jepang'. Rumah keluarga Hotta juga bagus. Rumah tua yang telah ditinggali selama 4 generasi dengan arsitektur kuno sungguh sangat sesuai dengan imaji Tokyo Bandwagon sebagai toko buku antik.

Jalan-jalan di Shitamachi :)
(Img source: here)


 Lagu Tema
Ada dua lagu tema utama, yaitu: Sayonara arigatou yang dibawakan oleh Hotta band dan  Searchlight oleh Saltmoderate. Kedua lagu itu bagus namun yang paling bagus menurutku adalah lagu pembuka yaitu Sayonara arigatou. Lirik dan melodinya pas. Coba kamu dengarkan dan resapi. Apalagi di episode terakhir saat Ganato menyanyikannya, wuihh,... Sampai menangis aku dibuatnya. "Tertawalah, meskipun kita berpisah kita akan tetap bersama. Selamat tinggal dan terimakasih.", liriknya. Seperti juga keluarga, meskipun pada akhirnya harus terpisah tapi tetap cinta yang ada tak pernah padam. Nyanyi yuk bareng Om Tamaki Koji dan Kame-kun. 



Banyak hal sebenarnya yang ingin kutuliskan untuk review Tokyo Bandwagon tapi entah kenapa rasanya sulit terungkap. Ya, seperti juga cinta. Kadang ia sulit dijelaskan lewat kata. Karena dorama ini penuh dengan cinta, mungkin ini juga yang membuatku sulit untuk menuliskannya. Hahahaha.. Satu kalimat terakhir buat yang mungkin mampir ke sini: "Wajib nonton!". :)

Goodpart: heartwarming story, antique books, nice cafe, Sayonara Arigatou, Ganatos's quote 'Rabu da ne'.
Badpart: first episode's too slow pace,


8/10

Informasi lebih tentang Tokyo bandwagon di  d-addicts.
Bagi yang mau download bisa di doramax264 atau indowebster.



Tokyo Bandwagon family (img source: here)

[Dorama] Yamada Taro Monogatari: The Poor Prince



Add caption



Title: Yamada Taro Monogatari / 山田太郎ものがたり
Genre: Family, human, school, comedy
Episodes: 10
Broadcast period: July - Sept 2007
Theme song: "Happiness" by Arashi

Cast
Ninomiya Kazunari as Yamada Taro
Sakurai Sho as Mimura Takuya
Tabe Mikako as Ikegami Takako

Kisah lucu tentang pelajar ganteng bak pangeran yang ternyata sangat miskin papa. Yup! Yamada Taro Monogatari adalah dorama yang menggemaskan. Ditemani 2 personil Arashi, Kazunari Ninomiya dan Sakurai Sho, yang tentunya akan membawa kamu-kamu ke dunia sekolah yang ceria, keluarga yang hangat, dan persahabatan yang indah.

Sinopsis

Yamada Taro, siswa baru di Ichinomiya Private Senior High School, adalah siswa yang super tampan, cerdas, atletis dan nampak sempurna yang menjadi pujaan bagi semua murid perempuan di sana. Tapi tak ada yang tahu bahwa kondisi sebenarnya Yamada Taro yang super miskin. Dia tinggal di rumah (gubuk) kecil yang dihuni oleh ibu beserta 6 orang adiknya yang masih kecil. Bersama dengan Mimura Kikuchi, siswa super tampan juga namun berasal dari keluarga berada, Yamada Taro menjadi Pangeran di sekolah elit yang telah memberinya beasiswa.

Ke'hampir-sempurna'an Yamada Taro telah membuat teman-temannya membayangkan bahwa Yamada adalah memang seorang pangeran yang punya segalanya. Salah satunya adalah Ikegami Takako. Takako adalah murid perempuan yang bercita-cita untuk menikahi pria kaya. Berasal dari keluarga pas-pasan, Takako ingin merubah nasibnya. Dan Yamada Taro pun menjadi targetnya.

Mimura, siswa super tampan lain di Ichinomiya, merasa penasaran dengan Yamada. Suatu hari ia mengetahui bahwa Yamada sangat miskin, kehidupan yang sangat berkebalikan dengan keluarganya yang kaya raya. Mimura pun tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Yamada. Mereka pun akhirnya bersahabat baik.

Lalu bagaimana dengan Takako dan cita-citanya menikahi pria kaya? Bagaimana kehidupan Yamada dan keluarganya? Bagaimana juga kisah persahabatannya dengan Mimura? Nonton ya. Pasti kamu akan tertawa-tawa melihat dorama komedi yang juga cukup satire ini

Menguliti Dorama

Kenapa dorama ini kusebut 'satir'? Ada hal sangat menarik yang kudapatkan saat menonton dorama ini, yaitu tentang fantasi seseorang terhadap orang lain. Benar sekali jika dikatakan bahwa orang terbiasa menilai orang dari apa yang dia lihat saja. Orang seringkali berfantasi, berangan atau bisa dibilang berprasangka terhadap orang lain. Nah, jika fantasi dan angan sudah terlanjur melekat dan menjelma menjadi keyakinan, susah sekali untuk menghapusnya, bahkan ketika fakta sudah ada di depan mata. Khayalan yang kita bangun menolak untuk menerima kenyataan, sejelas apapun itu. Waduhhh... Serius sekali kedengarannya ya..

Ini terjadi pada teman-teman Yamada yang terlanjur mengangankannya sebagai sosok pangeran sempurna tanpa cela. Ketika mereka menghadapi cerita tentang kemiskinan Yamada, mereka selalu mengingkarinya. Hahaha.. Lucu sekali. Apalagi melihat Takako yang benar-benar shock ketika mau tidak mau harus mengakui bahwa Yamada yang ia dambakan ternyata sangat miskin.


Yamada dan Mimura dalam khayalan kawan-kawannya :P (Img source: here)


Ide Cerita

Aku suka! Terimakasih untuk Ai Morinaga yang mengarang manga Yamada Taro Monogatari yang menjadi acuan dorama ini. Hal-hal konyol, cenderung berlebihan dan ceria adalah ciri khas cerita-cerita dari Jepang yang sangat kunikmati. Siswa yang sempurna ternyata sangat miskin papa. Kisah tentang kehidupan keluarga yang hangat dan penuh dengan keceriaan juga merupakan nilai plus untuk dorama ini. Persahabatan Mimura dan Yamada pun kurasa sangat cute, lucu. Bahwa hubungan pertemanan itu gak ada hubungannya dengan kekayaan seseorang, ehm, apakah bisa seterusnya begitu?

Penggambaran Yamada dan Mimura sebagai pangeran di sekolahnya juga lucu.Misalnya saja murid perempuan yang berbaris menyambut mereka di balik gerbang sekolah sambil berteriak-teriak. Terus ada lagi cerita murid perempuan yang selalu menunggui dengan wajah 'mupeng' saat Mimura dan Yamada berbincang bersama. "Kakkoi ne! Mabushii..!"Haaa.. Koplak kan.. Perasaan kalau di sini gak gitu-gitu amat kan ya.



Latar

Sekolahnya bagus, terasa atmosfer sekolahan Jepangnya. Rumah Mimura juga keren. Yang agak lebay menurutku adalah rumah Yamada. Masa iya sih, rumahnya super reot begitu? Aku gak kebayang juga sih, bagaimana gubuk-gubuk rumahnya orang Jepang.

Pemeran

OMG! Sakurai Sho is so bright! Mabushii... Ha ha ha.. Aku baru ngeh jika doi memiliki senyum menawan yang melelehkan hati. Meskipun peran utama, Kazunari Ninomiya sebagai Yamada, juga bagus, tapi aku terpesona lebih oleh Mimura-kun.
Yahh,, gimana ya,.. Secara keseluruhan, para pemain di dorama ini bagus lah. No complain deh. Selain para pemeran utama, aku juga suka pemeran adik-adik Yamada. Semuanya bagus dan juga imut. Yah, namanya anak kecil pasti lucu kan. Hehehe....


Cool Sakurai Sho (Img source: here)
Adik-adik Yamada yang lucu-lucu. (Img source: here)


Kostum

Lumayan lah.

Lagu Tema

Karena pada dasarnya aku cukup suka dengan Arashi, maka lagu 'Happiness' yang jadi lagu tema di sini juga cukup bisa kunikmati. (Nepotisme banget ya. Mentang-mentang yang main adalah 2 orang anggota Arashi, lagu temanya juga dari Arashi. Hehehe.) Yuk nyanyi bareng! :D

Arashi's Happiness

Tidak banyak yang bisa kutuliskan sementara ini tentang kisah dorama Yamada Taro Monogatari. Ya, bagus sih dorama ini. Aku cukup terhibur dan juga bisa tertawa berkali-kali. Nonton yah!

Badpart: too much for the Yamada's house, slow story pace,
Goodpart: Sakurai Sho's smile, kawaii children, good story

More about Yamada Taro di d-addicts.

Pic Spam:

img source: here
img source: here

[Dorama] Atashinchi No Danshi: Suddenly Become a Mom For 6 Hot Boys!



Title: Atashinchi No Danshi
Genre: drama, family
Episode: 11
Broadcast Time: April - June 2009

Cast:
Horikita Maki as Mineta Chisato
Kaname Jun as Okura Fuu
Okada Yoshinori as Okura Takeru
Mukai Osamu as Okura Sho
Yamamoto Yusuke as Okura Masaru
Seto Koji as Okura Satoru
Okayama Tomoki as Okura Akira
Etc. 

Lagi-lagi dorama yang ngumpulin banyak ikemen dalam satu tempat. I love it! 

Atashinchi No Danshi, selain memanjakan mata juga menyuguhkan cerita yang lumayan menghibur, lucu, ringan, santai dan sangat komikal. Saking komikal-nya, drama ini di-adaptasi menjadi sebuah manga. Ini berkebalikan dengan tren drama/ film lainnya yang banyak merupakan versi live-action dari manga/ anime. Jadi, khusus dorama ini, manganya muncul belakangan. Wah wah wah... 

Bercerita tentang Mineta Chisato, seorang gadis home-less (tidak punya rumah alias gelandangan) yang tiba-tiba harus menjadi ibu dari 6 orang cowok-cowok super ganteng (lebay dikitlah). Bagaimana bisa ya?

Sinospis

Mineta Chisato harus menanggung beban hutang 10 juta Yen yang ditinggalkan ayahnya yang gemar berjudi. Sejak ibunya meninggal dan ayahnya kabur, Chisato harus berjuang hidup sendiri serta lari dari kejaran penagih hutang. Selama 10 tahun dia menjadi gelandangan dan tinggal d rumah kardus di sebuah taman kota. Pada suatu hari ia sedang lari dari kejaran penagih hutang yang berhasil menemukannya. Di saat terdesak dan hampir tertangkap, tiba-tiba seorang pria paruh baya (om om) muncul dan melunasi hutang dengan syarat Chisato harus menikahinya. Siapa pria itu?

Okura Shinzo adalah pemilik perusahaan Miracle, produsen mainan terkemuka di Jepang. Meski bergelimang kekayaan dan bisnis yang sukses, Okura tidak pernah menikah dan tetap melajang. Mengetahui bahwa umurnya tinggal 1 bulan karena suatu penyakit, dia ingin menghabiskan masa-masa terakhirnya dengan seseorang. Dan dia memilih Chisato yang umurnya jauh lebih muda darinya. Mereka pun menghabiskan sebulan bersama sampai Okura meninggal. Chisato mengira bahwa kontraknya telah selesai dengan kepergian Okura tapi ternyata tidak. Kontrak yang ditanda-tanganinya menyisakan beberapa hal yang harus dia penuhi, salah satunya adalah menjadi ibu bagi anak-anak adopsi Okura yang jumlahnya 6 orang dan semuanya laki-laki serta tinggal bersama di Trick Castle, rumah mereka. Lebih mengejutkan lagi, sebagian besar anak-anak Okura sudah dewasa bahkan lebih tua dari Chisato. Dan, semuanya adalah ikemen alias pretty boys! 

OMG! 
Bagaimana Chisato menjalani hidupnya di Trick Heart Castle bersama anak-anak barunya? Tinggal bersama para ikemen pasti beresiko jatuh cinta. Hehehe.. Apakah Chisato juga akan jatuh cinta pada salah satu anaknya? Apa rahasia yang tersimpan di Trick Castle yang menyimpan banyak misteri? Apa maksud terselubung mendiang Okura Shinzo yang membuat Chisato melakukan ini semua? 
Banyak pertanyaan kan. Silakan nonton sendiri agar lebih jelas. :)

Menguliti Dorama

Spoiler Alert

Cerita
Ngomongin soal cerita, dorama ini terlalu banyak fantasi dan khayalan, tipikal cerita komedi Jepang yang berbau-bau manga/  anime. Satu cewek yang dikelilingi dan tinggal bersama cowok-cowok ikemen, ehm...jadi ingat kisah lain kan, sebut saja Yamato Nadeshiko Shichi Henge dan Hana Kimi. Mirip! Bedanya adalah Atashinchi No Danshi lebih menonjolkan hubungan keluarga dan bukannya romance. Meskipun ada cerita percintaan antara Chisato dan Sho, tapi bukan menjadi kisah utama dan hanya sebagai pemanis saja. 

Aku suka bagaimana dorama ini menceritakan satu per satu latar belakang keluarga Okura, dari sang ayah Okura Shinzo yang nyentrik, Chisato, dan ke-enam anak adopsi  Okura. Mengetahui kisah masing-masing tokoh membuat jalinan emosi antar karakter makin kuat. Emosipun cukup tersampaikan dengan baik. Meskipun pada awalnya mereka adalah orang asing tanpa ikatan darah, tapi mereka akhirnya menjadi keluarga yang sesungguhnya. Kebersamaan dan kekompakan dengan keluarga akan bisa mengatasi segala rintangan. Ciehhh....


Alur
Ehm,.. Enak sih. Cukup rapi dan mengalir. Jika mempunyai waktu luang di akhir pekan (terutama para pencinta dorama yang jomblo heee) bisa banget menjadikan dorama ini untuk marathon. Setiap episode selalu diakhiri dengan adegan sedikit menggantung yang menggoda penonton untuk ingin langsung lanjut ke episode berikutnya. 

Tokoh dan Pemeran
Untuk para pemeran utama sih No Complaint kecuali untuk si adek kecil, anak ke-6 Okura Akira. Sang aktor muda Okayama Tomoki yang masih imut-imut itu terlalu kaku dan sering garing. Bahkan aku pernah membaca review orang yang mengatakan anak ini masa depannya sebagai aktor bakal suram karena dia tidak bisa akting. Hehehe...

Horikita Maki seperti biasanya selalu terlihat cantik dan imut, meskipun didandani kucel sekalipun. Aktingnyapun boleh juga-lah. Kaname Jun ganteng banget bo'! Aku suka x_x . Dia sangat keren di sini, apalagi di adegan sauna dan hanya dengan handuk doang. OMG, drooling...ngiler. Sumpah body doi bikin ngiler! Sayangnya adegan Kaname Jun tidak terlalu banyak di episode  awal. Ada pula Mukai Osamu yang senyumnya bikin klepek-klepek sampai aku lupa memperhatikan aktingnya. Hahaha.. Kurasa Mukai Osamu dalam berakting selalu konstan dalam artian  selalu baik. Saking konstannya, sampai-sampai rasanya begitu-begitu saja. Selama aku menonton drama dan film yang ada dia, belum pernah sih merasa kecewa tapi belum pernah juga merasa greget banget. 

    Cool Kaname Jun. I love him here. 




    Yamamoto Yusuke! Look at his eyes, he's wearing eye shadow..

    
      Still Yamamoto Yusuke. He's so funny here. Still with his eye shadow! 


Yang justru lumayan greget adalah Yamamoto Yusuke yang memerankan Okura Masaru, anak ke-4, seorang top model yang phobia perempuan. Dia lucu sekali di sini apalagi ketika berekspresi kemayu dengan make-up lengkap dan eye-shadow warna-warni. Hahaha.. Aku selalu tertawa kalau ada dia. Jika diingat lagi, Yamamoto Yusuke selalu dapat peran yang aneh-aneh ya. Ingat kan saat dia jadi paranormal di Hana Kimi, atau jadi si bodoh Yamada di Yamada kun and 7 Witches dan masih banyak peran aneh lain. Aku jadi suka sama dia. 

Ketinggalan satu lagi, Seto Koji. Dia bagus sih, mayan. Doi masih muda, masih panjang jalan karirnya dan masih perlu banyak belajar. Maksudnya!... ;) Untuk pemeran pendukung lainnya, aku suka pengacara wanita Okura yang selalu muncul tiba-tiba. Kehadirannya memeriahkan suasana. Tokoh antagonis Tokita cukup lincah diperankan. Wajah pemerannya mirip banget sama Adi Bing Slamet. Jangan-jangan saudaraan mereka! :)

Setting/ Latar
Good Job! Bagus. Yang paling keren adalah SAUNA room! Aku paling suka adegan berlatar kamar sauna di sini. Masih tanya kenapa? Jelas! Half naked hot men are the best! Di ruang sauna ini, kita bisa  ngintip bodi-bodi kece milik Kaname Jun, Mukai Osamu, Yamamoto Yusuke, dkk. With only yellow towels and sweaty bodies, they made me fly in the dark fantasies! Hahaha.. 

Trick Castle yang digunakan adalah bangunan yang sama dengan yang dipakai di YamaNade Shichi Henge dan Yukan Club. Kurasa banyak pasti dorama yang memaki kastil ini sebagai latar. Memang bagus sih bangunannya. Ruang-ruang rumah, lorong-lorong rahasia pun digarap dengan apik.



    Hot sauna room!



    Trick Heart Castle


Satu lagi catatan adalah latar taman tempat Chisato tinggal bersama para homeless lain. 
Tamannya bersih banget dan beda sama kawasan kumuh di Jakarta. Aku jadi heran, apakah memang begitu ya pemukiman homeless di Jepang? 

Lagu Tema
Lagu tema dorama ini berjudul 'Infinity' dinyanyikan oleh Girl Next Door. Gimana ya,.. Tidak ada kesan sih di aku. Mungkin karena aku terlalu larut sama ceritanya jadi tidak memperhatikan lagu tema ini. 

Sebenarnya masih ingin menulis lagi tentang Atashinchi No Danshi, tentang kenapa dorama ini layak tonton, tentang ceritanya, dll. Tapi kebetulan ini sudah ngantuk dan ingin tidur. Mungkin akan aku edit lagi kapan-kapan. Tapi secara keseluruhan dorama ini kece. Nonton yak!

Goodpart: Warm family story, hot ikemens, Kaname Jun, Yamamoto Yusuke's eye shadow, Sauna Room
Badpart: Okura Akira cast, Kaname Jun appearance is too short, awkward kissing scene


8/10







[Dorama] Mei Chan No Shitsuji : I Want Hot Butlers To Serve Me!



Title: Mei chan No Shitsuji
Genre: comedy, school, romance
Episode: 10
Broadcast year: Jan - March 2009

Cast:
Eikura Nana as Shinonome Mei
Mizushima Hiro as Shibata Rihito
Takeru Sato as Shibata Kento
Yamada Yu as Hongo Shiori
Mukai Osamu as Shinobu 
Etc.

This is more than a Cinderella story!
Pernah terbayangkah bagaimana rasanya menjadi Cinderella dalam waktu semalam? Bagaimana rasanya hidup yang biasa, tiba-tiba berubah drastis bak putri raja yang baru ditemukan? Mei-chan mungkin akan menceritakan kisah ajaibnya, dari seorang anak penjual Udon di kota kecil hingga menjadi pewaris utama perusahaan terbesar di Jepang. Tapi bukan itu yang utama, melainkan seorang pelayan pribadi/ butler super ganteng yang selalu menemani dan melayaninya setiap saat. I want one too! Mei-chan No Shitsuji adalah satu dari sekian banyak dorama yang tidak masuk logika, adaptasi manga yang penuh dunia imajiinasi yang indah. 
You shouldn't miss it!

Sinopsis

Kehidupan Shinonome Mei seketika berubah setelah kematian kedua orang tuanya, dari seorang anak penjual Udon menjadi pewaris perusahaan besar di Jepang: Hongo Corporation. Shibata Rihito tiba-tiba muncul di depan Mei dan mengatakan bahwa sejak saat itu dia adalah butler yang akan melayaninya. Demi keamanan dan kebaikan orang-orang di sekitarnya, Mei pun menyetujui untuk pindah sekolah dan tempat tinggal sembari menyiapkan diri sebagai seorang lady yang pantas untuk keluarga Hongo. Sekolah baru tersebut adalah St Lucia, sekolah elit khusus gadis yang memiliki peraturan lain dari yang lain: setiap siswi harus mempunyai butler yang super tampan. Dan Mei telah memiliki Rihito, butler S-rank yang merupakan tingkatan tertinggi bagi seorang butler.

Di St. Lucia, Mei bertemu dengan Hongo Shiori yang menyandang status sebagai Lucia-sama yaitu tingkat tertinggi murid di sana. Shiori yang awalnya terlihat anggun dan lembut ternyata menyimpan rahasia kelam dan niat terselubung terhadap Mei. Mei harus menjalani masa-masa sulit di sekolah barunya ini. Dia harus menghadapi bully dari teman-teman sekelasnya. Di saat-saat sulit itulah, sang butler-Rihito selalu mendampingi dan menjaganya. Teman masa kecilnya, Shibata Kento yang juga adik Rihito, masuk ke St Lucia sebagai butler junior untuk bisa lebih dekat dan menjaga Mei. 

Bagaimana kemudian perjuangan Mei untuk menjadi seorang lady, menghadapi teman sekelas dan Shiori? Bagaimana pula hubungan Mei dengan Rihito dan Kento yang ternyata telah tumbuh rasa cinta segitiga di-antara mereka? Bagaimana ia menghadapi aturan mutlak St Lucia yang melarang hubungan cinta antara siswi dan butlernya? Silakan nonton sendiri dorama yang kisahnya lebih ajaib dari Cinderella ini! 


Menguliti Dorama

Cerita
Cerita di dorama ini adalah adaptasi dari manga dengan judul yang sama 'Mei chan no Shitsuji' karya Riko Miyagi. Cerita dorama ini menggabungkan antara kisah Cinderella, school romance, harem dan butler/ maid fantasy. Hehehehe. Semua mimpi manis seorang gadis dikumpulkan di cerita ini. Bagaimana rasanya tiba-tiba menjadi seorang putri? Dikelilingi oleh cowok-cowok super hot yang berseragam pelayan? Butler pribadi yang gantengnya minta ampun? Hingga kisah cinta terlarang di sekolah! Sungguh, imajinasi sang mangaka sungguh sangat liar. 

    All girls and their super cool butlers! 

Begitu juga pembuat drama live action ini, sungguh gila! Gila kenapa? Karena hampir semua cerita yang disajikan di dorama ini tidak masuk akal dan logika. Hahaha... Bayangkan! Ruang kelas yang super mewah, butler yang melayani hampir semuanya mulai dari menyiapkan makan, mandi, menggendong saat melewati kolam, hingga membalik halaman buku pelajaran! Sumpah! Aku sampai tertawa geli saat melihatnya. Tapi itulah kelebihannya. Ketidak-wajaran cerita di dorama Jepang justru menarik karena tidak ada yang menyamai. Apa saja bisa terjadi di dorama.

Karena aku belum pernah baca manganya, maka aku tidak tahu bagaimana perbandingannya. Tapi ketika aku googling segelintir gambar-gambar di manganya sepertinya cukup hot. Hehehe.. Tapi aman kok di dorama ini, tidak ada adegan yang bikin gerah. (Padahal kecewa.. :p )

    Which butler do you want to be served? 

Alur
Sangat mudah mengikuti alur dorama ini. Alurnya sederhana dan mengalir. Hanya saja aku masih merasa jika tiap perpindahan alur cerita masih agak kasar sehingga kadang terasa dipaksakan. Ehm, mungkin memang karena ceritanya juga unik kali. Perpindahan patah-patah ini mirip yang kurasakan ketika menonton Hana Kimi (2006) yang notabene dorama dengan genre sejenis. Hmmm.. Mungkin saja ya.. (bergumam sendiri)

Ending
Aku suka happy ending. Dorama ini juga happy ending. Pasti langsung ketebak kan apa yang akan terjadi? So silakan cari sendiri.

    One of ending scene... Cute.. 

Setting/ Latar
Latar yang digunakan di dorama lumayanlah. St Lucia terlihat sangat mewah dan elegan, cocok juga sebagai sekolah super elit yang hanya ditempati putri-putri super kaya di Jepang. Taman-taman bunga yang indah, dan ruangan sekolah yang mewah. Pantai di kampung halaman Mei yang di tepi pantai juga lumayan bagus, dalam artian biasa saja. Yang paling oke adalah pencahayaan yang sebagian besar berlatar pagi/ senja dengan suasana remang yang romantis. Suasana ini menjadikan Mizushima Hiro (Rihito) semakin ganteng. Satu yang kurang mungkin ilustrasi gedung keseluruhan St Lucia yang bagiku masih terlihat jelas sebagai efek grafis komputer. Kurang alus animasinya. :) 

Pemain
Damn, I love pretty boys! 
Dari jajaran para butler aku sungguh terpuaskan. Kapan lagi melihat para ikemen ngumpul jadi satu, pakai seragam butler pula. Sebut saja Mizushima Hiro yang punya mata dan senyum sendu, Takeru Sato yang manyun-nya bikin gemes, Mukai Osamu dengan wajah baby face dan suara sexy-nya, dan butler-butler lain yang tidak kalah hot-nya: Kyou Nobuo, si kembar Takagi, Mayama Akihiro, dan masih banyak lagi. Pokoknya salut deh untuk yang tukang cast-nya. Jadi kepo, berapa duit ya untuk bayar para ikemen ini? Belum lagi para pemain ceweknya yang juga kawai! Lhah kok malah ngomongin fisik sih? Hehehe

Secara keseluruhan akting para pemain cukup baik tapi belum cukup untuk aku katakan sempurna. Pada beberapa adegan masih terlihat akting kaku dari para pemain. Eikura Nana sebagai Mei chan meski bagus tapi kurasa kurang cocok. Rasa-rasanya dia terlalu gemuk di sini dan aktingnya juga gak menyeluruh, kurang greget dan mengena. Mizushima Hiro, ehmm..gimana ya? Ganteng sih tapi...masih agak kaku kayaknya. Yang justru kurasa bagus adalah Takeru Sato. Dia bisa terlihat natural memerankan Mameshiba yang urakan. Mata belo miliknya selalu menunjukkan jika dia sedang serius ber-akting. 



    Mukai Osamu with white hair and very cute smile. 




    Mizushima Hiro with elegant glance!



    Takeru Sato's cool face! 


Kostum
Not bad. Menurutku kostum-kostum yang digunakan di dorama ini cukup modal. Banyak gaun-gaun cantik yang dipakai oleh para pemain. Seragam butler yang dipakai pun rapih dan elegan. Seragam sekolahnya sungguh sangat pendek roknya. Hehehe.. 

OST
Lagu tema dorama ini berjudul My Sunshine yang dinyanyikan oleh Rock A Trench. Lagunya sih biasa saja, tapi karena selalu diputar di akhir setiap episode lama-lama nyanthol di kepala. 
"..... Aitakutte aitakutte...." 

Jadi, itulah tentang Mei chan No Shitsuji. Bagi pencinta dorama yang belum sempat nonton, silakan nonton. Terutama bagi yang menyukai kisah ringan, kocak, ajaib dari adaptasi manga, maka dorama ini cukup menghibur. Manjakan mata dengan melihat wajah-wajah cantik ikemen dengan seragam butlernya. 

Hemm... yummy!

Goodpart: Lots of Ikemen butler, Mizushima Hiro smile and eyes, Takeru Sato good act, funny story, romantic lighting
Badpart: not smoot story flow, Eikura Nana, St Lucia whole school animation. 


7.5/10




[Dorama] SHARK : Marathon Dorama With Rock band & Pretty Boys? Why not!




Title : SHARK
Genre : drama, music
Episode : 12
Broadcast year :  Jan - March 2014

Cast:
Hirano Sho as Kurata Mizuki
Hamada Takahiro as Hagiwara Kai
Matsumura Hokuto as Ryuzaki Ayumi
Iwamoto Hikaru as Satomi Kenzo
Kamiyama Tomohiro  as Adachi Teppei
Yamashita Rio as Komatsu Ichika


Kebayang gak sih kalau JE boys yang cantik-cantik gabung jadi band rock? Stop! Tidak perlu susah membayangkannya, cukup nonton dorama musikal satu ini yang dijamin akan membawamu ikut emosi dengan suka-duka meniti hidup lewat musik. SHARK adalah dorama pendek (30 menit tiap episode) yang paling cocok untuk kamu-kamu yang suka nonton marathon. 

(SPOILER alert!)

Sinopsis 

Shark adalah nama sebuah band rock indie beranggotakan 5 orang. Kharisma sang vokalis, Kazuki, yang mempercayai bahwa musik dapat merubah dunia, telah membawa Shark menjadi band indie yang paling bersinar. Ketika tinggal selangkah lagi untuk menuju debut di bawah naungan label besar Wonder Record, sang vokalis mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya dan merenggut pula peluang debut yang sudah di depan mata. Selama setahun lebih, Shark harus bertahan tanpa adanya pengganti Kazuki. Gitaris utama Hagiwara Kai merangkap sebagai vokalis, namun belum cukup mengembalikan kegemilangan Shark. 

Ichika, sebagai manager sekaligus orang terdekat Shark mengusahakan agar debut Shark diwujudkan. Perusahaan rekaman Wonder Record tempatnya bekeja menyetujui dengan syarat, Shark harus mempunyai vokalis baru yang memiliki kharisma kuat seperti Kazuki. Tidak mudah untuk mencari vokalis baru. Di suatu acara, Ichika melihat penampilan Kurata Mizuki yang sedang bernyanyi. Suara Mizuki langsung membuatnya tersadar bahwa ia telah menemukan vokalis untuk Shark. Langsung saja, Ichika melamar Mizuki sebagai vokalis baru Shark.

Tidak mudah untuk membuat Shark kembali bersinar meskipun vokalis baru telah muncul. Mizuki memiliki kepribadian yang tidak biasa, cenderung arogan dan kasar. Para anggota lain juga memiliki masalah masing-masing yang perlu diselesaikan. Dengan sekuat tenaga Ichika membantu Shark untuk bisa debut profesional. Tapi tentu saja banyak masalah yang harus mereka hadapi terlebih dulu. Ingin melihat bagaimana perjuangan mereka? Nonton sendiri ya. 

Mizuki dan Kai


----Selingan-----

Tidak pernah aku bayangkan jika dorama ini bagus pada awalnya. Waktu itu hari Sabtu, saatnya berburu dorama untuk berakhir pekan, dan ketemulah aku dengan Shark. Website tempat aku biasa nonton -dramacool.com- menyajikan drama yang kebanyakan adalah K-drama sehingga jika ada J-drama yang masuk di kategori most popular biasanya memang bagus. Shark juga termasuk di daftar itu bersama dorama populer lain seperti Last Cinderella, Boku no Ita Jikan, Shitsuren Chocolatier dana sejumlah dorama lain yang memang bagus. Ternyata memang benar bagus! Sekali menonton episode pertama langsung ketagihan. Rasanya waktu cepat berlalu. Padahal memang dorama ini cuma 30 menit per episode jadi tidak terasa. Akhirnya Sabtu itu, aku alokasikan 6 jam waktuku untuk marathon Shark! 
Nonton marathon bagiku hanya kulakukan untuk dorama pendek seperti Shark ini. Untuk dorama dengan waktu tayang normal, aku jarang melakukannya. 
-------------------

Menguliti Dorama

Cerita
Meski cerita tentang perjuangan band dalam dunia musik bukan ide baru lagi, tapi Shark lebih segar. Musik Rock yang menjadi latar kisah mengingatkanku pada film Bandage yang dibintangi Akanishi Jin, atau Kdrama Shut Up Flower Boyband. Tapi Shark jelas beda. Cara penyampaian cerita di dorama ini sangat modern dan tidak basi, sehingga meskipun ceritanya tidak terlalu baru, tetap enak ditonton. 

Alur
Alur/plot sangat mengalir dan mudah diikuti. Satu persatu konflik dimunculkan dan diselesaikan hingga pada konflik utama yang disajikan di episode terakhir. Aku menyukai cara dorama ini menjelaskan masalah dan cara penyelesaiannya yang cepat dan tidak berlarut-larut. Satu masalah selesai baru muncul masalah lain. Beda dengan sinetron Indonesia yang biasanya menumpuk masalah menjadi satu yang kadang membuat penonton jengkel seperti sinetron yang sering menjadikan tokoh utamanya dianiaya terus menerus oleh tokoh antagonis yang jahatnya kadang tidak wajar. Lho kok jadi ngomongin sinetron ya. Hehehe. 

Ending
Aku suka tapi aku juga kecewa! Kenapa? Aku menyukai akhir yang jelas, semua masalah terpecahkan dan ya selesai. Tidak dengan Shark! Konser Shark di episode final memang sangat wah, keren dan cocok sebagai adegan penutup. Tapi kenapa masalah baru malah muncul? Di akhir cerita, sang vokalis dinyatakan akan kehilangan suaranya karena sakit. Kok begitu? Lalu bagaimana debut yang sudah mereka rencanakan? Apa yang terjadi kemudian? Masa yang begini jadi akhir cerita sih? 
Yah.. Banyak kekesalan yang kurasakan. Tapi angin segarnya adalah di akhir drama dipromosikan adanya Shark musim kedua! Mungkin di sanalah jawabannya. Mungkin.

Tokoh dan pemeran
Hampir sempurna! Aku suka JE boys sudah dari dulu. Siapa sih yang tidak suka cowok cantik? Akting mereka pun cukup baik. Acungan jempol untuk Hirano Sho yang memerankan Mizuki, vokalis baru yang arogan. Dia cocok sekali dengan karakternya ditambah pula suaranya yang serak-serak rendah yang lembut sekaligus seksi. Suaranya mengingatkanku pada suara Kamenashi Kazuya yang sangat karakternya hampir mirip. Yamashita Rio sebagai Ichika awalnya biasa saja, tapi lama- lama dia semakin bagus dan menunjukkan posisi penting di dorama ini. Pemeran pendukung benar-benar mendukung! Aku paling suka gadis penjaga cafe teman Mizuki yang imut-imut dan lucu. 

Hirano Sho as Mizuki, Imut banget kan


Latar/Setting
Bagus. Untuk dorama setengah jam yang hanya 12 episode, maka penggarapan latar untuk Shark cukup mapan. Banyak lokasi yang ditunjukkan dalam dorama ini, pemeran figuran juga banyak, misalnya para penonton konser, yang membuat adegan terlihat lebih alami dan nyata. Ah, pasti modalnya besar. Apalagi ini adalah dorama tengah malam yang mungkin saja penontonnya terbatas. Mungkin nama JE boys sudah menjanjikan segmen tertentu penonton ya.  

Kostum
Gak punya baju lain ya? Satu yang paling tidak kusuka dari Shark adalah kostumnya. Bukannya jelek, tapi kenapa mereka tidak pernah ganti baju? Kurang dana untuk kostum kah? Aneh banget menurutku. Apa mungkin dana habis untuk bayar para figuran? Hahaha.. Dari awal sampai akhir, para pemain hampir selalu memakai baju yang sama! Jaket merah Mizuki adalah maskotnya. 

Musik tema dan lagu-lagu
Semuanya lagu-lagu yang dibawakan Shark di dorama ini sangat 'easy listening' - mudah dinikmati. Selain itu liriknya juga cukup menyentuh. Coba saja dengarkan. Aku penasaran deh, apa mereka yang benar-benar memainkan lagu-lagu ini? Apakah Hirano Sho yang menyanyikan lagu-lagunya Shark? Jika kudengar-dengar sih memang seperti suaranya dia. Jika iya, mungkin para JE Boys yang umumnya dibentuk menjadi Idol Group, berpeluang juga jadi musisi Rock? Siapa tahu? Band rock dengan personil ganteng pasti kan lebih laku, hehehe... 

Apalagi ya? Sepertinya sudah hampir semua yang ingin kucatat sudah kutuliskan. Kira-kira seperti itulah dorama Shark bagiku. Sangat kurekomendasikan bagi kamu-kamu pencinta dorama yang belum sempat nonton. Sambil berakhir pekan, ditemani sebungkus besar keripik cemilan dan segelas teh panas, Shark akan sangat pas menemanimu! 

Nikmati kisahnya!
Dengar musiknya!
Pelototin para pemainnya!

Happy weekend... Selamat berakhir pekan.

Goodpart: fresh, plot, JE boys, good music, Hirano's voice
Badpart: Blurred ending, lack of costume variation 

8.5/10




[Dorama] Boku No Ita Jikan : ALS story, An Extraordinary TearjerkerDorama



Title    : Boku No Ita Jikan (The Hours of My Life)
Genre  : Melodrama, romance, family
Episodes: 11
Broadcast year : Jan -March 2014
Theme song  : Harukaze by Rihwa,
                       Yorokobi no Uta by Yuzu
 CAST:
Miura Haruma as Sawada Takuto
Tabe Mikako as Hongo Megumi
Saito Takumi as Mukai Shigeyuki
Kazama Shunsuke as Mizushima Mamoru
Yamamoto Mizuki as Murayama Hina
Nomura Shuhei as Sawada Rikuto


Pernah nonton dorama penguras air mata 'One Litre of Tears'? Nah, Boku no Ita Jikan juga salah satu dorama tearjerker  (pembuat mewek) yang patut diperhitungkan. Aku bahkan lebih suka dengan kisah dorama ini. Kenapa? Dorama yang mengangkat kisah penderita ALS (yang sekarang lagi booming dengan Ice Bucket Challenge itu) memberikan ending cerita yang sangat mengejutkan. Penasaran? Nonton sendiri ya. Review ini akan berisi spoiler jadi untuk kamu yang tidak ingin dispoilerin, bacanya sampai sinopsis saja ya, jangan masuk ke review.


Sinopsis:

Sawada Takuto, mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas, sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Puluhan wawancara kerja telah dilalui tapi tak membuahkan hasil. Takuto adalah anak pertama dari keluarga direktur rumah sakit dan pernah diharapkan oleh keluarganya untuk meneruskan sebagai dokter namun gagal. Keluarganya mengalihkan harapannya kepada Rikuto-sang adik- yang ternyata memiliki masalah kesulitan berkomunikasi dengan orang lain dan tak memiliki teman.  Meskipun Takuto cukup populer dan mudah berteman dengan siapa saja termasuk para wanita, dia tidak terlalu yakin akan ada orang yang bisa tulus mencintainya, sehingga dia tidak pernah menjalin hubungan emosional dengan wanita. Hingga kemudian dia bertemu Hongo Megumi, teman kampusnya, di suatu wawancara kerja. Ketulusan Megumi meluluhkan hati Takuto dan merekapun akhirnya menjadi sepasang kekasih. Takuto pun berhasil mendapatkan pekerjaan tetap di suatu perusahaan. Di tengah kebahagiaan yang ia dapatkan, Takuto harus menerima kenyataan bahwa ternyata dirinya mengidap penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), penyakit yang belum ada obatnya, yang membuat penderitanya lumpuh pelan-pelan dan bahkan bisa meninggal dunia.

Bagaimana Takuto menghadapi semua itu? Bagaimana pula reaksi keluarga dan orang-orang terdekatnya? Nonton sendiri ya dorama ini. Dijamin, banjir air mata deh.

Sawada Takuto and Rikuto, Cute brothers


Menguliti Dorama


(Spoiler Alert!)

ALS, penyakit mematikan yang belum ada obatnya, dan saat ini telah menjadi perhatian dunia berkat aksi para pesohor dengan ice bucket challenge-nya, dicoba diangkat oleh dorama ini. Boku no ita jikan mencoba menelusur lebih jauh kehidupan dan perasaan penderita ALS. Secara keseluruhan aku menilai dorama ini cukup berhasil membawa emosi dan perasaan penonton untuk ikut peduli dengan ALS.

Ide cerita dorama ini sebenarnya biasa saja, kehidupan dan perjuangan penderita penyakit akut. Sekilas mengingatkanku akan One Littre of Tears (doramanya Erika Sawajiri dan Nishikido Ryo) dan Yuuki (mini seri Kamenashi Kazuya). Yang istimewa adalah bahwa Boku no Ita Jikan memiliki momentum yang pas. Di saat dunia sedang heboh ALS, dorama ini juga ada. Tentu saja waktu yang pas ini mwnjadi nilai lebih tersendiri. Beberapa pencinta dorama pasti ingat, ALS pernah juga ditampilkan di dorama Code Blue meskipun bukan cerita utama, dan tidak banyak yang mengingatnya. 

Alur cerita dorama ini rapi dan sangat mudah diikuti. Dorama ini memiliki pace/ kecepatan alur yang nyaman dan tidak memburu penonton untuk cepat menyelesaikan ceritanya. Meskipun santai dan pelan, tapi tetap menarik. Justru alur yang tidak terlalu cepat lebih bisa membawa penonton lebih masuk ke emosi karakter, terutama Sawada Takuto yang menderita ALS. Dan yang paling menarik dan jempolan untuk dorama ini adalah endingnya yang luar biasa. Jika di drama-drama lain diakhiri dengan tangis kesedihan karena kepergian sang tokoh utama yang sakit, maka dorama ini malah menghidupkan si tokoh utama yang berjuang tidak untuk melawan penyakitnya tapi untuk berdamai dan menjalani hidup dengan apa yang dia punya. Lebih dari itu, selalu ada sosok yang setia mendampingi dan bisa menerima kondisi itu? Sangat indah sekali. 

Takuto and Megumi (img source: here)

Para pemeran tokoh dorama ini cukup baik. Miura Haruma berhasil membuatku mewek dan membayangkan sendiri jika aku di posisinya. Tabe Mikako juga lumayan berhasil dengan aktingnya meskipun bagiku kurang wah, tapi tetap bagus. Pemeran lainnya juga baik dan membentuk dorama ini menjadi lebih hidup. Yang patut diberi jempol selain Miura Haruma adalah juga Kazama Shunsuke yang  berperan sebagai sahabat setia Takuto. Meskipun dia tidak menjadi pemeran utama, tapi aku bisa merasakan kehangatannya sebagai seorang sahabat. Pasti menyenangkan punya teman seperti dia. 

Latar dorama ini lumayan lah, cukup baik untuk sebuah dorama. Aku suka apartemen Takuto yang tidak terlalu besar tapi tidak kecil juga. Sebenarnya itiu tipikal apartemen di Jepang sih. Aku jadi ingin punya juga satu. Hehehe..

Lagu temanya, salah satu adalah dari Yuzu berjudul Yorokobi no Uta atau Lagu kebahagiaan. Aku sendiri menjadi fans Yuzu dan selalu menyukai hampir semua karya duo musisi itu. Yorokobi no Uta juga sangat pas untuk dorama ini. Simak lagunya.



Akhir kata, Boku no Ita Jikan patut ditonton bagi kamu para pecinta dorama. Belajar dari Sawada Takuto yang mencari tujuan hidupnya, mencari arti waktu yang kita punya di dunia, dan selalu menerima kenyataan dengan lapang dada. Buatlah hidup menjadi berharga. 




8.5/10

[Dorama] Kami No Shizuku: The Elegance of Wine




Title: Kami No Shizuku
Episode: 9
Genre: drama 
Broadcast time: Jan - March 2009

Cast: 
Kamenashi Kazuya as Kanzaki Shizuku
Tanabe Seiichi as Tomine Issei
Naka Riisa as Shinohara Miyabi 


Salah satu dorama bertema unik yang akan mengajak kamu menelusuri dunia 'wine' profesional. Kamenashi Kazuya dan wine adalah paduan sempurna. Makan malam di restoran mewah ditemani  anggur berkelas dan partner yang keren adalah mimpi setiap wanita! Dan dorama ini membuatku membayangkannya. You must not miss it! 

Spoiler alert! Just read sinopsis if you don't wanna get spoiled. Skip review part. 

Sinopsis: 

Kanzaki Shizuku memiliki hubungan yang sangat buruk dengan ayahnya -Kanzaki Yutaka- seorang kritikus sekaligus kolektor wine termasyur yang diakui dunia. Karena itu pula Shizuku sangat membenci wine yang merepresentasikan ayahnya. Hingga kemudian ayahnya meninggal, Shizuku masih belum bisa memperbaiki hubungan itu. Secara tak disangka ternyata ayahnya meninggalkan wasiat yaitu sebuah perlombaan untuk menentukan siapa yg berhak menjadi pewaris dari seluruh kekayaannya, termasuk koleksi wine yang sangat berharga.  Shizuku harus bertarung melawan Tomine Issei, seorang kritikus wine berbakat yang baru saja diangkat anak oleh ayahnya. Meski awalnya membenci wine, Shizuku ingin lehih memahami ayahnya yang misterius.  Perlombaan dua orang jenius wine tersebut akhirnya dimulai dan mengantarkan keduanya menemukan maksud-maksud tersembunyi yang ingin disampaikan oleh sang ayah melalui wine. Siapakah yg akan menang? Apakah Shizuku yang ingin lebih mengenal ayahnya melalui lomba ini? Ataukah Issei yang ingin menguasai koleksi anggur berharga, termasuk di dalamnya adalah "Kami no shizuku",  Anggur dewa? 

Nonton sendiri ya. 


Menguliti Dorama 

Dorama ini adalah adaptasi manga karya Agi Tadashi dengan judul yang sama, Kami no Shizuku. Aku tidak pernah membaca manganya jadi tidak tahu perbandingannya. Yang penting adalah tema cerita yang sangat unik, jalan cerita dan juga endingnya. Semuanya terangkum dengan cukup baik membentuk dorama Kami no Shizuku, yang menceritakan dunia kritikus wine yang tidak biasa. 

Bagiku yang agak awam tentang wine, kisah di dorama ini menjadi menarik. Penonton akan diajak untuk mengenal wine-wine berkelas di dunia, bagaimana produksinya, dan bagaimana cara menikmatinya. Melalui 2 karakter utama, para jenius wine  yaitu Kanzaki Shizuku dan Tomine Issei, kita akan terbengong-bengong melihat betapa gilanya orang-orang ini mengungkapkan wine melalui kata-kata puitis bak pujangga. Menarik banget! 

Kame as Prince of wine  (Img source: here)


Alur di dorama ini cukup mudah diikuti dan banyak kejutan di sepanjang perjalanannya yang tak terduga. Hanya saja di beberapa dialog antar tokoh agak susah dimengerti karena banyak istilah tentang wine yang tak kupahami. Banyak karakter yang menarik di cerita ini, misalnya: sang ayah Kanzaki Yutaka yang sangat cool ternyata womanizer juga, Shizuku yang sangat elegan, Issei yang sangat terobsesi dan bergairah terhadap wine, dan juga Robert, gembel yang ternyata adalah master wine. Perkembangan karakter Issei juga menarik, dari yang pertama kalo muncul sebagai antagonis hingga kemudian bermetamorfosa menjadi protagonis. 

Issei as King of wine (source: here)


A happy ending! Aku suka kisah yang happy ending dan kisah ini memiliki itu. Penyelesaian konfliknya sangat baik dan anggun. Hanya satu sayang saja, tidak banyak sisi romance yang disuguhkan, jadi agak terasa hambar. Bahkan, tak ada satupun kissing scene dari tokoh utama! Kecewa,... Semuanya pasti ingin melihat adegan Kissing scene Kame kan. Hug is not enough. Tapi yasudahlah. Ending untuk  Issei sangat sempurna. Aku suka ketika akhirnya tokoh ini mendapatkan kebahagiaannya. 

Latar/ seting menurutku lumayan baik. Rumah Kanzaki yang elegan, gubuk Robert, dan favoritku adalah bar mini yang terlihat sangat nyaman milik seorang bartender wine yang sering dikunjungi para tokoh di dorama ini. Bar mini itu membuatku jadi ingin memiliki tempat seperti itu juga, yang nyaman. Yang kurasakan agak kurang adalah seting tempat kerja Shizuku yang terasa kurang suasananya. 

Para pemain di sini lumayan baik. Kame tidak pernah gagal kurasa di setiap peran yang dimainkannya, begitu juga di sini. Tanabe Seiichi sebagai pesaing utama juga bagus. Aktingnya dia yang sangat lustful ketika berurusan dengan wine membuatku geli sendiri, tapi bagus. Naka Riisa yang menjadi peran pendukung utama wanita juga cukup lucu dan menggemaskan. Pemeran lainnya lumayanlah dan tak perlu kusebut satu-satu ya.

Lagu tema One Drop dari Kat-tun. Aku lumayan jadi fangirl boyband yang ini jadi secara subyektif kukatakan aku suka. Judul lagu juga cocok dengan tema dorama ini. One drop is a drop of God. 



Jadi, begitulah kira-kira tentang Kami no Shizuku. Aku cukup menikmati menonton dorama ini dan aku juga merekomendasikan ke kamu yang suka dengan tema tidak biasa. Tidak banyak kisah cinta, tapi cerita ini akan membuatmu jatuh cinta dengan minuman beralkohol yang sangat cantik ini: wine! 


Skor: 8/10